Jakarta —
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, kembali menegaskan bahwa Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini disiapkan sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing generasi muda Indonesia di era global dan perkembangan teknologi digital.

Menurut Abdul Mu’ti, penguasaan Bahasa Inggris sangat penting karena menjadi bahasa utama komunikasi internasional, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, serta ekonomi digital. Ia menilai kemampuan bahasa asing merupakan bekal penting agar lulusan pendidikan dasar mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja masa depan.

"Mulai 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD," kata Mu'ti dikutip dari Antara, Senin (18/5/2026).

Fokus Persiapan Guru dan Kurikulum

Pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris di sekolah dasar agar proses pembelajaran berjalan efektif dan merata di seluruh Indonesia.

Program pelatihan guru direncanakan dilakukan secara bertahap dengan target kemampuan minimal setara standar internasional. Pendekatan pembelajaran juga akan mengedepankan metode mindful, joyful, dan meaningful learning agar siswa lebih mudah memahami bahasa asing sejak dini.

Kebijakan menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib disebut sejalan dengan transformasi pendidikan nasional yang menekankan literasi digital, kecerdasan buatan, dan pembelajaran mendalam (deep learning). Bahasa Inggris diharapkan menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengakses sumber belajar global dan teknologi berbasis AI.

Selain itu, mata pelajaran coding dan kecerdasan buatan direncanakan hadir sebagai pilihan yang dapat dikolaborasikan dengan pembelajaran Bahasa Inggris di masa depan.

"Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran Bahasa Inggris," ujarnya.

Disambut Positif Dunia Pendidikan

Kebijakan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan pendidik. Banyak guru menilai langkah tersebut dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan global serta memperluas akses terhadap pengetahuan internasional sejak usia dini.

Dengan persiapan yang matang hingga 2027, pemerintah berharap implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menilai penting ada peningkatan kapasitas guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Sebab, menurut Atip, saat ini peringkat Indonesia dalam Indeks Kecakapan bahasa Inggris global masih terbilang rendah. 

Dikatakannya, berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh Education First EPI (English Proficiency Index, 2024), Indonesia menduduki peringkat 80 dari 116 negara di dunia, dan peringkat 12 dari 23 negara di Asia. 

“Saya ingin tekanan agar bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran yang diajarkan karena tidak akan menjadikan anak didik kita mahir berbahasa kalau hanya berhenti sebagai pelajaran tapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” kata Atip.

Baca Juga: Cara Menarik Lainnya di Kategori Ini