orum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung menganggap kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) guru di Kota Bandung tahun ini, tidak sebanding dengan jumlah guru honorer yang ada. Kekecewaan FKGH ini disampaikan ketuanya, Yanyan Erdian, Senin (20/9).
Menurut Yanyan, jumlah guru honorer di Kota Bandung saat ini mencapai 18.000 orang. Sedangkan kuota CPNS guru hanya 66 orang.
“Tentu saja kondisi ini akan menyisakan masalah. Seharusnya dalam penentuan kuota CPNS guru ini, pusat memberikan langsung kepada para guru honorer yang telah mengabdi dan bertugas,” ungkapnya.
Berdasarkan data FKGH, lanjutnya, para guru honorer ini telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi perekrutan CPNS. Diyakininya, mereka tidak akan kalah bersaing dengan para pelamar umum.
“Jika dibuka umum seperti ini, tentu saja kami khawatir. Sebab mayoritas kuota guru tersebut akan diisi lulusan pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) yang fresh graduate (baru lulus). Padahal kalau dari segi pengalaman, tentu saja kami yang lebih berpengalaman mengajar,” ujarnya.
Berkaca pada tahun sebelumnya, tambahnya, kuota CPNS untuk guru malah diisi fresh graduate dari PGSD. Akibatnya muncul sejumlah masalah, karena guru honorer yang sudah lama menanti untuk diangkat menjadi PNS malah tidak lolos.
Melihat minimnya kuota CPNS guru tahun ini, FKGH berencana mengusulkan pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Sandung, supaya formasi CPNS guru diberikan pada guru honorer. “Meski sedikit, tapi ada upaya untuk mengurangi permasalahan,” tuturnya.
Kewenangan pusat
Di tempat terpisah, Kepala BKD Kota Bandung, Evi S. Shaleha mengatakan, kuota CPNS Kota Bandung ditentukan oleh pemerintah pusat. Menurut Evi, penuruan kuota pada formasi tenaga guru kemungkinan karena ada rencana rekrutmen guru khusus dari tenaga honorer.
“Pemerintah tetap menyisihkan kuota untuk seleksi guru honorer yang rencananya dilakukan tahun depan,” ujarnya.


0 Komentar