Terbaru

6/recent/ticker-posts

Contoh PTK Penjaskes SD: Upaya Meningkatkan Minat Mengikuti Kegiatan Dalam Pembelajaran Penjaskesrek Melalui Bermain Siswa Kelas V MI



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Proses pembelajaran penjaskesrek di sekolah dasar terutama di kelas V, merupakan kelas yang dimana siswanya merupakan anak dalam masa perkembangan dalam belajar. Kondisi itu tidak hanya tampak dalam prilaku siswa, akan tetapi terutama pada guru dan kebijakan pimpinan sekolah, serta harapan orang tua. Akibatnya proses pembelajaran ditekankan pada penguasaan bahan sebanyak-banyaknya, sehingga metode ceramah, demontrasi dan drill lebih banyak dilakukan dan dipandang lebih efektif untuk mencapai tujuan tersebut, sedangkan pengunaan metode atau model pendekatan bermain yang dipandang sebagai inovasi dalam pembelajaran penjaskesrek terutama di sekolah dasar belum banyak dimasyarakatkan.
MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh yang merupakan salah satu sekolah dasar yang berada di wilayah desa tanjung sari kecamatan Nanga Pinoh dan merupakan tempat bertugasnya peneliti sebagai guru bidang studi pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Berdasarkan hasil observasi hingga saat ini pembelajaran penjaskesrek di MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh belum mampu memberdayakan seluruh potensi siswa sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan dan juga berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan / olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur kerjasama, dan lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat.
Pembelajaran penjaskesrek di MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran teacher centered, sehingga kondisi ini bisa membuat proses pembelajaran hanya di kuasai guru. Apalagi pembelajaran penjaskesrek merupakan materi pendidikan yang menyangkut ilmu kesehatan dan olah fisik di sekolah. Pelajaran ini bertujuan untuk membangun kesehatan mental dan fisik siswa. Pencapaian prestasi akademis di bangku sekolah tanpa ditunjang dengan mental dan fisik yang sempurna mustahil dapat dicapai. Berdasarkan pengamatan sementara permasalahan yang sering timbul di sekolah MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh adalah kurangnya motivasi siswa untuk giat mengikuti pelajaran pendidikan jasmani. Siswa enggan dan atau kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran penjaskesrek latihan – latihan olahraga yang diselenggarakan karena mereka menganggap latihan – latihan tersebut melelahkan dan juga membosankan sehingga mereka lebih senang tinggal di kelas dengan berbagai alasan daripada bermain di lapangan. Terkait belum optimalnya hasil belajar penjaskesrek siswa kelas V MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh maka penulis berupaya untuk menerapkan model pembelajaran pendekatan bermain sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna pada pembelajaran guna meningkatkan minat mereka dalam Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menarik (PAKEM) dan yang menyenangkan, sebab dengan daya tarik khusus dalam proses pembelajaran secara langsung akan membentuk karakter siswa yang mempunyai motivasi tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran akan mudah dicapai.
Diterapkannya model pembelajaran dengan pendekatan bermain pada pembelajaran penjaskesrek pada siswa kelas V MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh adalah karena siswa kelas V merupakan siswa sudah mengenal pemahaman dengan baik serta dinilai cukup mampu berkerja sama dengan kawan lainnya. Selain itu dilakukan penelitian disekolah tersebut dikarenakan merupakan tempat bertugas peneliti sehingga peneliti lebih leluasa dan telah mengerti karakter siswa untuk memudahkan kegiatan penelitian ini. Oleh karena itu diperlukan juga teman sejawat ataau kolaborator dari guru lain untuk dapat menilai kegiatan penelitian tersebut.
Secara umum pembelajaran dengan model pendekatan bermainadalah karena dengan bermain dapat meningkatkan minat mereka untuk mengikuti aktivitas pendidikan jasmani. Pendekatan bermain adalah salah satu bentuk dari sebuah pembelajaran jasmani yang dapat diberikan di segala jenjang pendidikan. Hanya saja, porsi dan bentuk pendekatan bermain yang akan diberikan, harus disesuaikan dengan aspek yang ada dalam kurikulum. Selain itu harus dipertimbangkan juga faktor usia, perkembangan fisik, dan jenjang pendidikan yang sedang dijalani oleh mereka
Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan penelitian dengan judul Upaya Meningkatkan minat mengikuti kegiatan dalam pembelajaran penjaskesrek melalui Bermain Siswa Kelas V MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh
B. Perumusan masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang dapat di rumuskan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana menerapkan model pembelajaran pendekatan bermain agar dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjaskesrek?
2. Apakah model pembelajaran pendekatan bermain dapat meningkatkan minat belajar mengikuti aktivitas pembelajaran penjaskesrek?
C. Mamfaat penelitian
Adapun mamfaat yang di peroleh dari penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :
1. Ditemukan strategi pembelajaran yang tepat, tidak konvensional, tetapi bersifat variatif.
2. Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat


BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESI
A. Landasan Teori
Teori-teori tentang upaya meningkatkan minat mengikuti kegiatan dalam pembelajaran penjaskesrek siswa telah banyak dikemukakan oleh para pakar. Dalam hubungannya dengan penelitian ini, penulis mencoba menggunakan model pembelajaran beraktivitas jasmani sambil bermain. Hal ini sangat bagus untuk melatih kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif siswa. Dari judul tersebut diatas dapat dikemukakan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan bermain merupakan variabel bebas (independent variable), sedangkan minat mengikuti kegiatan dalam pembelajaran penjaskesrek siswa sebagai variabel terikat (dependent variable).
1. pendidikan jasmani
Pendidikan jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Pengalaman yang disajikan akan membantu siswa untuk memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman, efisien, dan efektif. (Kurikulum Penjas SMP, 2004).
Dari banyak pendapat tentang pengertian pendidikan jasmani, dapat disimpulkan pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik diarahkan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional dalam kerangka sistem pendidikan nasional. (Pedoman Khusus Pengembangan Sistem Penilaian Berbasis Kompetensi SMP, 2004)
2. karakteristik pendidikan jasmani
Pendidikan Jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah dasar, yang mempelajari dan mengkaji gerak manusia secara interdisipliner. Gerak manusia adalah aktivitas jasmani yang dilakukan secara sadar untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik, mengembangkan sikap dan perilaku agar terbentuk gaya hidup yang aktif. Aktivitas jasmani yang dilakukan berupa aktivitas bermain, permainan, dan olahraga.
3. Landasan Ilmiah Pendidikan Jasmani
Pandangan pendidikan modern menganggap bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh (Holistik) yang mengandung arti bahwa jiwa dan raga merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sejalan dengan konsep tersebut maka pendidikan jasmani diartikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan kemampuan jasmani. Sudah barang tentu, penyelenggaraan pendidikan jasmani harus selalu sejalan dengan konsep tersebut. Hubungan antara tujuan umum pendidikan, tujuan pendidikan jasmani, dan penyelenggaraannya harus terjalin dengan harmonis. Dengan demikian akan nampak bahwa pendidikan jasmani menempati posisi yang strategis bagi pengembangan manusia secara utuh dan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan jasmani sesuai dengan konsep dan tuntutannya, maka para pengajar pendidikan jasmani selain harus memahami secara medalam tentang konsep dasarnya, aktivitas jasmani itu sendiri, dan juga landasan ilmiahnya
4. Pengetian Minat
Minat merupakan masalah yang penting dalam pendidikan, apa lagi dikaitkan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Minat yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk mencapai tujuan. Di dalam belajar banyak siswa yang kurang berminat dan yang berminat terhadap pelajaran termasuk didalamnya adalah aktivitas praktek maupun teori untuk mencapai suatu tujuannya. Dengan diketahuinya minat seseorang akan dapat menentukan aktivitas apa saja yang dipilihnya dan akan melakukannya dengan senang hati.
Minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik tersendiri baginya. Sehingga siswa segan untuk belajar, siswa tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Minat merupakan salah satu aspek psikis yang membantu dan mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhannya, maka minatharus ada dalam diri seseorang, sebab minat merupakan modal dasar untuk mencapai tujuan. Dengan demikian minat harus menjadi pangkal permulaan dari pada semua aktivitas.
Beberapa pengertian minat antara lain :
(a). Menurut Hilgard dalam bukunya Slameto (2003:57) “ minat adalah kecendurungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang “ (b) Menurut Crow and Crow dalam bukunya Abd. Rachman Abror (1935:135) “ Minat atau interest bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, atau kegiatan “ (c) Menurut Drs. Slameto (2003:180) “ minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh “.
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut diatas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa minat adalah kecendurungan hati seseorang yang terarah kepada suatu obyek tertentu yang dinyatakan dalam berbagai tindakan, karena adanya suatu perhatian dan perasaan tertarik pada obyek
Menurut Crow and Crow minat terhadap suatu obyek atau aktivitas ditimbulkan oleh beberapa faktor yaitu :
(1)The Factor Of Inner Urges ( Faktor Dorongan Dari Dalam) Minat timbul karena pengaruh dari dalam untuk memenuhi semua kebutuhan, baik kebutuhan jasmani maupun rohani, (2)The Factor Of Social Motives ( Faktor Motif Dala Lingkungan Sosial) Minat timbul karena pengaruh kebutuhan dalam masyarakat sekitar dilingkungan hidupnya bersama-sama orang lain, (3) The Factor Of Emotional (Faktor Emosi ) Minat timbul karena pengaruh emosi dari orang yang bersangkutan, artinya seseorang yang melaksanakan dengan perasaan yang senang, maka akan membuahkan hasil yang memuaskan dan sekaligus memperbesar minatnya terhadap suatu kegiatan tersebu
Apa bila ada individu mempunyai minat terhadap suatu obyek atau aktivitas, maka ia akan berhubungan secara aktif dengan obyek atau aktivitas yang menarik perhatiannya itu
Minat adalah kecendurungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Minat juga besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaikbaiknya, karena tidak ada daya tarik baginya.
B. Hipotesis
Hipotesis sebagai dugaan sementara atau pendapat yang lemah, sehingga perlu dibuktikan dulu kebenarannya. Rumusan hipotesis yang diambil sebagai dasar dugaan sementara bahwa, minat belajar siswa mempengaruhi hasil belajar siswa dalam mengikuti pelajaran penjas

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Setting penelitian
Penelitian tindakan kelas ini penting melakukan observasi awal untuk memahi dan menjelaskan awal untuk memahami dan menjelaskan tentang situasi keadaan dan latar subjek penelitian yang dikenai tindakan pada tempat penelitian, waktu penelitian, siklus penelitian kelas dan subjek penelitian.
1. Tempat penelitian
Penelitian tindakan kelas ini di laksanakan di kelas V MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh.
2. Waktu penelitian
Penelitian tindakan kelas ini di laksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011
2. Siklus penelitian
Penelitian tindakan kelas ini di laksanakan melalui dua siklus untuk dapat melihat dan memperbaiki pembelajaran dengan model pendekatan bermain.
B. Rancangan Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Melalui tindakan yang sengaja dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan ninat siswa dalam pembelajaranb penjaskesrek dalam bentuk rangkaian siklus kegiatan. Dengan demikian perkembangan dalam setiap kegiatan dapat terpantau
1. Perencanaan tindakan
a) Membuat rancangan pembelajaran langsung dengan mengunakan pembelajaran bermain.
b) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung.
c) Mempersiapkan alat pengumpul data seperti lembar observasi
d) Melakukkan simulasi pelaksanaan tindakan kelas.
2. Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dalam kegiatan siklus yang pertama dilaksanakan kegiatan yang menarik yaitu kegiatan yang mengunakan permaianan. Dalam siklus kedua dicobakan kegiatan yang mengunakan metode latihan (drill).
3. observasi
Pada tahapan ini, proses observasi terhadap pelaksanaan penelitian tindakan kelas mengunakan lembar observasi serta melakukkan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukkan.
4. Refleksi
Hasil yang di peroleh pada tahap observasi dikumpulkan dan di analisis dari hasil tersebut, guru akan merefleksikan diri dengan melihat data hasil observasi apakah kegiatan telah dilakukkan sudah dapat meningkatkan kesegaran jasmani.
C. Subyek Penelitian
Pada penelitian tindakan kelas ini yang menjadi sunyek penilitian adalah siswa kelas V MIS Al Ma’arif 02 Nanga pinoh yang terdiri dari 12 siswa dengan komposisi perempuan 7 orang dan laki-laki 5 orang.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data terdiri dari ; (1) observasi fartisifatif, (2) wawancara dan (3) diskusi teman sejawat.
E. Teknik Analisis Data
Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini data yang dapat peneliti kumpulkan yaitu data kualitatif yang berupa informasi, berupa deskripsi yang berkaitan tentang motivasi belajar siswa, tingkat pemahaman siswa tehadap pembelajaran, pandangan siswa, teman sejawat terhadap materi, metode, media, evaluasi yang di gunakan dalam proses pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA
Chilik, M. (1997). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Primary School Teacher Develoment Project. IBRT-LOAN. Jakerta.
Agus. M. (2003). falsafah Pendidikan Jasmani. Depdinas. Jakarta.
Siswanto. (2005) Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar.http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH0188/9de09754.dir/doc.pdf
Iskandar. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Gaung Persada Press. Jambi.
Riza. (2009). Meningkatkan Minat Mengikuti Pemanasanhttp://rizaardy.
blogspot.com/2009_05_01_archive.html
Depdikbud. (1999). Pedoman Penelitian Tindakan Kelas. CV. Tidar. Bandung.
Depdiknas. (2001). Pelangi Pendidikan. Depdiknas. Jakarta.
Tim Pelatih Proyek PGSM.(1999). Penelitian Tindakan Kelas. Dirjen Pendidikan Tinggi (Proyek Pengembangan Guru Menegah). IBRD-LOAN. Jakarta.
Furchan, Arif. (1992). Pengantar Metode Penelitian KualitatifSurabaya : Usaha Nasional.
Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Edisi kedua. Jakarta : Balai Pustaka.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : MIS Al Ma’arif 02 Nanga Pinoh
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Kelas / Semester : V (Lima) / II (Dua)
Pertemuan Ke :
Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit ( 2 x pertemuan )
Standar Kompetensi : Mempraktikan variasi gerak dasar melalui permainan danolahraga dengan peraturan yang di modifikasikan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kompetensi Dasar : Mempraktikan variasi gerak dasar kedalam modifikasi atletik serta nilai semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran.
Indikator - Melakukan star jongkok dengan baik dan benar
- Melakukan sikap yang benar pada saat lari
- Melakukan sikap saat memasuki garis finish dengan baik dan benar.
A. Tujuan Pembelajaran : siswa dapat melakukan star jongkok dan sprint
B. Materi Pembelajaran : Lari (sprint)
C. Metode pembelajaran : Demonstrasi, part-part whole dan pengamatan
D. Lanlah-langkah pembelajaran :
1. Kegiatan Awal :
* Siswa di bariskan bersaf, berhitung (absen ) berdoa, apersepsi, pemanasan yang berorientasikan pada kegiatan inti
2. Kegiatan inti :
* Siswa dapat melakukan star jongkok dengan baik dan benar
* Siswa dapat melakukan sikap yang benar pada saat lari
* Siswa dapat melakukan sikap memasuki garis finish dengan baik dan benar
3. Kegiatan akhir :
* Siwa di bariskan bersaf pendinginan, evaluasi dan bubar
E. Media / Sumber : Tim abdi guru, buku penjas orkes, Erlangga 2006
F. Penilaian :
* Test unjuk kerja psikomotorik
Melakukan teknik dasar lari cepat (sprint)
Keterangan :
Berikan penilaian terhadap kualitas unjuk kerja siswa dengan rentang nilai satu sampai empat
Nilai = jumlah skor yang di peroleh x 50
Jumlah skor maksimal
* Pengamatan sikap (apektif)
Menunjukan sikap kesunguhan dan prilaku sportif dalam mengikuti pelajaran
Keterangan :
Berikan tanda cek (v) pada kolam yang yang di sediakan, setiap siswa menunjukan dan menampilkan prilaku yang diharapkan, setiap prilaku yang di cek (v) mendapatkan nilai satu
Nilai = jumlah skor yang di peroleh x 30
Jumlah skor maksimal
* Pemahaman (kognetif)
Jawab secara lisan atau peragakan dengan baik pertanyaan-pertanyaan dalam latihan lari cepat (sprint)
Keterangan :
Berikan penilaian terhadap kualitas jawaban siswa dengan rentang nilai satu sampai empat
Nilai = jumlah skor yang di peroleh x 20
Jumlah skor maksimal
Nilai akhir yang di peroleh siswa :
Nilai Test Unjuk Kerja + Nilai Observasi + Nilai Kuis



RUBRIK PENILAIAN
Nama siswa :
NIS :
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani kesehatan & rekreasi
Kelas / Semester : V (Lima) II (Dua)
Pertemuan ke :
Tahun Pelajaran : 2010/2011

A. Rubrik Psikomotirik
No.
ASPEK YANG DI NILAI
Kualitas gerak
1
2
3
4
1
Melakukan star jongkok dengan benar
2
Sikap yang benar pada saat lari
3
Sikap memasuki garis finish
Jumlah skor maksimal : 12
Jumlah skor yang diperoleh :
Penilaian : jumlah skor yang diperoleh x 50
Jumlah skor maksimal

B. Rubrik Afektif
No
APEK YANG DI NILAI
Cek (v)
1
2
3
4
1
Sportivitas dalam melakukan gerakan
2
Percaya diri dan kejujuran
3
motivasi
Jumlah skor maksimal : 12
Jumlah skor yang diperoleh :
Penilaian : jumlah skor yang di peroleh x 30
Jumlah skor maksimal

C. Rubric Kognegtif
No.
ASPEK YANG DI NILAI
Kualitas gerak
1
2
3
4
1
Uraikan cara melakukan star jongkok
2
Uraikan sikap yang benar pada saat lari
3
Uraikan cara memasuki garis finis
Jumlah skor maksimal : 12
Jumlah skor yang di peroleh :
Penilaian : jumlah skor yang diperoleh x 20
Jumlah skor maksimal

Baca Juga: Cara Menarik Lainnya di Kategori Ini

Posting Komentar

1 Komentar

  1. lah trus itu permainanya bagaimana ???kok cm disuguhin rpp doank ??

    BalasHapus